Minggu, 22 Mei 2016

Trangia Gunung

Kompor Lapangan Trangia
Bagi seorang pendaki selain peralatan yang mudah di pergunakan, peralatan yang ringan, ringkas dan mudah di bawa adalah salah satu kriteria utama yang mereka syaratkan untuk semua perlengkapan yang akan menyertai perjalanan mereka. Begitu pula dengan perlengkapan kompor lapangan, bagi sebagian pendaki kompor lapangan yang ringan, aman dan mudah di gunakan merupakan pilihan yang paling di cari.

Dari semua kompor lapangan yang ada, kompor lapangan dengan bahan bakar alkohol atau spirituslah yang paling memenuhi kriteria yang dimaksud.  Kompor lapangan jenis  ini  sangat banyak variannya dari yang paling sederhana buatan sendiri sampai kompor lapangan versi pabrikan. Cara pembuatannya pun sangat mudah, selain sederhana sudah banyak site – site yang memberikan petunjuk mengenai langkah – langkah pembuatan kompor lapangan jenis ini. Bagi saya pribadi saya memang  menyukai dan selalu menggunakan kompor lapangan dengan bahan bakar spiritus atau alkohol jika ingin melakukan pendakian atau  perjalanan lainnya. Salah satu kompor lapangan favorit saya adalah kompor alkohol hasil pabrikan dengan nama Trangia.

Trangia adalah perusahan dari Swedia yang merupakan produsen kompor lapangan berbahan bakar alkohol ataupun spiritus. Sebenarnya banyak sekali pilihan model yang di tawarkan oleh trangia untuk satu set peralatan masak beserta kompornya, tetapi dari semua model yang di tawarkan memiliki kesamaan  yaitu kompor lapangan yang menyertai dari setiap model yang ada.

Kompor Trangia
Secara umum kompor trangia memilki tiga bagian utama yaitu kompor utama, penutup kompor, dan pengatur nyala api. Menurut karakteristik yang ada di dalamnya, kompor trangia ini adalah kompor lapangan dengan jenis Open Jet Alcohol yag bekerja dengan cara menguapkan bahan bakar yang ada di dalamnya dan menembakkan tekanan uap bahan bakar tersebu ke luar pada saat ia terbakar yang pada akhirnya menghasilkan panas yang cukup tinggi.

Kompor jenis open jet alcohol ini cukup sulit jika dibuat sendiri, karena perlu penanganan khusus supaya dapat dipastikan kompor yang dibuat tahan dengan tekanan yang di hasilkan pada saat diperoleh tekanan akibat penguapan bahan bakar. Tetapi kompor jenis open jet alcohol ini cukup bagus jika di bandingkan dengan kompor jenis lain yang sama – sama menggunakan bahan bakar alkohol. selain itu kompor jenis ini sangat mudah di pergunakan tinggal tuang bahan bakar di dalam kompor kemudian nyalakan. Model yang saya pilih adalah model trangia winter attachment, karena memang pada waktu itu model inilah yang cukup murah di bandingkan dengan model lainnya.

Trangia winter attachment
kebetulan model ini adalah model yang terdiri dari kompor alkohol beserta satu piringan aluminium saja tanpa di lengkapi dengan wind shield dan peralatan masak laing khas trangia,waktu itu saya memilih Trangia model ini dikarenakan saya telah memiliki satu set nesting versi ABRI yang sudah sering menemani saya di setiap kesempatan pendakian yang saya lakukan, jadi sangat sayang jika harus membeli model trangia full set dengan perlengkapan memasaknya, karena yang saya butuhkan sebenarnya adalah kompornya saja.

Fungsi aslinya model ini digunakan sebagai pencair salju, dan sebagai pembakaran awal untuk menghidupkan kompor utama. Di bawah kompor trangia pada model ini terdapat satu tambahan bagian yang dapat dinyalakan sebagai pemanaskompor utama yang pada akhirnya dapat memperlancar nyala api kompor utama. Tetapi kondisi in tetjadi di dalam lingkungan yang ektrem, dengan suhu yang membekukan. Kompor yang saya milki masih kurang lengkap karena memang tidak dibuat untuk langsung dipergunakan tanpa dudukan atau wind shield khas trangia.

Sayang Trangia tidak menjual wind shield yang menjadi ciri khas Trangia untuk kompor – kompor mereka secara terpisah.  Memang harus sedikit kreatif untuk bisa memanfaatkan kompor trangia ini supaya dapat berfungsi optimal, sebenarnya komor ini dapat juga langsung di pergunakan di lapangan, yaitu dengan cara mencari beberapa batu dan meletakkan kompor trangia di tengah – tengah batu  tersebut, dimana batu – batu tersebut akan berfungsi sebagai kaki penyangga nesting yang di pergunakan untuk memasak tetapi tidak begitu efisien. Salah satu cara yang bisa dipergunakan adalah dengan membuat dudukan kompor sendiri sesuai dengan bentuk kompor trangia.


Kompor trangia memang menggunakan kompor alkhol ini banyak sekali keuntungannya salah satunya dalah karena berat dari kompor alkohol ini yang tergolong cukup ringan di banding dengan kompor lapangan yang lain, tetapi kelemahan dari kompor lapangan alkohol ini adalah jika dibandingkan dengan kompor lapangan lainnya adalah panas yang di hasilkan kompor ini paling lama jika sama – sama dipergunakan untuk merebus 1 ltr air, tetapi selain itu kompor lapangan ini merupakan favorit banyak pendaki, termasuk saya di dalamnya, Tetapi sayang dewasa ini satu set kompor trangia di bandeerol cukup mahal, mini trangia misalnya dipasaran dijual dengan harga sekitar Rp 250.000 bisa di bayangkan jika kita membeli trangia dengan modelyang lebih lengkap pasti kita akan di paksa untuk merogoh kocek lebih dalam lagi. Pengalaman saya adalah jika kita memang ingin mempergunakan kompor lapangan trangia pilihlah kompor trangia dengan model trangia winter attachment saja dimana didalam model ini hanya terdiri dari kompor dan satu penggorengan. Dibanding trangia model yang lain, model ini adalah yang paling murah dahulu dibanderol sekitar Rp 100.000 an.

Kemudian kita bisa membuat sendiri dudukan untuk kompor lapangan trangia jenis ini, bisa menggunakan plat besi  atau alumunium yang dapat di buat di tukang las atau bengkel pembuat teralis atau pagar dengan harga sekitar Rp 25.000an, sedangkan nesting yang di gunakan daat menggunakan nesting standar ABRI atau nesting lain yang lebih murah, atau kalau memang sudah punya nesting sebelumnya. terbukti dengan cara tersebut di atas kita dapat menggunakan kehandalan kompor trangia tanpa harus mengeluarkan banyak uang, selain efisien peralatan lama kita pun masih dapat di pergunakan sehingga tidak menumpuk percuma. dibawah ini adalah sketsa denga ukuran kompor lapangan jika ingin membuat sendiri.

Keunggulan kompor ini diantaranya:

  • Bisa dipakai diketinggian berapapun dipermukaan tanah ini, dimedan apapun.
  • Bebas macet dan awet, no pain, gak repot.
  • Bahan bakar lebih fleksibel dari alkohol atau spritus.
  • Portabilitas, kelengkapan per unit, dan compactness, ringan dan mudah diselipkan diransel.
  • Mampu mensuplai makanan hingga 2-5 org secara serentak (tergantung tipe Trangia-nya).
  • All weather, masak kapanpun, dimanapun, gak peduli hujan, salju, badai, basah atau kering.

Solusi lain untuk mengejar sisi praktis dan portabilitas adalah membawa satu unit "Trangia-Trangia-an" alias mirip trangia tapi palsu. Dibuat dari bahan baku kaleng bekas softdrink seperti Sprite atau Coca Cola, kaleng yg sudah dibelah jadi dua bagian itu lantas dikatupkan satu dengan lainnya. Berilah sobekan lubang yg melingkar, lalu sumpalkan tisue atau kain, dan terakhir katupkan dua kaleng itu, maka jadilah "trangia aspal" ini. Mudah sekali.

Kompor ini bisa memakai bahan bakar sama dengan Trangia asli, yakni alkohol, spiritus, atau minyak tanah. Jeleknya hanya satu, kompor ini tidak punya tatakan cangkang untuk menopang panci atau wajan diatasnya, dia juga tidak anti badai. Karena itu, kita harus menyediakan sendiri peralatan masaknya, plus dengan cangkang wajan, dan kalau perlu tutup penahan angin. Cara petunjuk pembuatannya bisa dicek disini scottbryce dan pcthiker. Jadi, portabilitas enga selalu identik mahal. Masih ada alternatif lain untuk membuat itu .

Sleeping Bag Gunung

Sleeping Bag (kantung tidur) adalah sebuah barang wajib yang kudu kamu bawa saat mendaki atau traveling. Kegunaan Sleeping Bag ini sangat vital untuk menjaga kehangatan tubuh kita saat tidur, terutama saat berkegiatan outdoor.

Tanpa peralatan tidur yang memadai, utamanya sleeping bag yang mumpuni secara otomatis kualitas tidur kita saat berpetualang juga akan berkurang. Dengan kualitas tidur yang kurang/minim secara alamiah recovery/pemulihan tenaga saat istirahat tidak akan dapat maksimal. Hal ini akan berimbas pada banyak hal lainnya, misalnya mood kita saat berpetualang, daya tahan tubuh, tingkat konsentrasi, kewaspadaan dll.

Jika peralatan tidur memadai, pasti akan berimbas pada kualitas istirahat yang maksimal. Kita akan tidur dengan lebih nyenyak, tidak sering terbangun karena merasakan kedinginan dan terbebas dari hipotermia. (Wisata ke: Danau Kelimutu )
Jadi jangan sepelekan peralatan tidur kamu

Fungsi Sleeping Bag
Sleeping bag atau kantong tidur fungsi utamanya adalah menjaga tubuh agar tetap hangat saat tidur, atau bisa juga dipakai saat acara mendongeng sampai pagi di teras tenda. Sudah, tidak lebih dari itu. Emmm jadi bantal kali ya genius sekali sob, punya sleeping bag buat bantal tapi berselimutkan sarung

Bentuk Sleeping Bag
Secara umum bentuk sleeping bag terbagi ke dalam dua macam, yaitu sleeping bag dengan bentuk mumi dan bentuk tikar/selimut. Sleeping bag dengan bentuk tikar biasanya lebih disukai oleh mereka yang hobi melakukan travelling atau backpacker. Karena model tikar dapat dialihfungsikan menjadi selimut atau sebagai alas.

Sleeping bag dengan bentuk mumi akan lebih sering dipilih oleh mereka yang hobi melakukan kegaiatan di alam bebas misalnya mendaki gunung. Sleeping bag lain juga ada yang memiliki bentuk dengan lubang pada tangan, sleeping bag ini membuat penggunanya lebih mudah bergerak dibandingkan dengan model mumi atau tikar.

Bahan Sleeping Bag
Sleeping bag dibuat dari berbagai macam bahan diantaranya adalah :

  • Bahan parasit: yang memiliki bobot yang cukup ringan, bahan parasit biasanya dilapisi dengan kapas atau bulu di bagian tengahnya yang akan membuat anda lebih hangat
  • Bahan sintetis (polyester): sleeping bag dengan bahan sintetis lebih ringan dan mudah kering
  • Dacron: bahan ini seperti isi boneka, bersifat ringan dan cukup hangat namun kadang memakan tempat dalam ransel.
  • Bahan polar: memiliki keunggulan memberikan kehangatan yang lebih baik dengan ukuran yang lebih minim

Memilih Sleeping Bag yang sesuai
Dari bahan dan bentuk kantung tidur itu kita dapat memilih sesuai dengan kegunaan/fungsi serta ketersediaan dana yang ada. Biasanya Sleeping Bag dengan bahan yang lebih bagus akan berbanding lurus dengan harganya. Makin bagus bahan, makin mahal harga.

Merk/Brand produsen sleeping bag juga sangat menentukan kualitas dan harga. Tapi sangat disarankan untuk tidak ‘termakan merk’. Beberapa brand memang memiliki varian dan jenis sleeping bag yang bermacam-macam. Ada yang hanya dapat dipakai sampai suhu tertentu, bahkan ada yang di bawah nol. Ada pula yang dapat digunakan pada 4 musim, namun di Indonesia sangat jarang.

Perlu diketahui, bahwa sleeping bag memiliki bermacam-macam volume saat dilipat/digulung. Semua sangat tergantung dari jenis bahan yang dipakai, ada bahan yang sangat kompak saat dilipat. Namun banyak juga bahan yang susah dilipat, bahkan seringkali mengembang jika salah melipat.
Dari volume sleeping bag itu akan berpengaruh dengan ketersediaan space/tempat dalam tas kita. Jika kamu membawa sleeping bag yang terlalu ‘makan tempat’ otomatis akan mengurangi jatah barang yang harus kamu bawa. Jangan sampai hanya karena salah membawa sleeping bag, akhirnya tas/ransel yang kita bawa tidak cukup untuk barang-barang lainnya yang juga penting. Oleh karena itu bijaksanalah dalam memilih. Ada baiknya berkonsultasi pada orang yang lebih berpengalaman atau cari info dari banyak sumber agar pilihannya tepat.

Bila memang ingin membeli sleeping bag yang branded dan bermerk, pastikan yang pas ukurannya dan belilah sleeping bag ultraweight sekalian. Akan membuat tidur nyenyak dan fresh buat lanjutin perjalanan. Masalah bisa sampai suhu minus sekian derajat, kenyamanan, bahan, awet tidaknya sleeping bag dll, sedikit perbedaannya.

Design Sleping Bag :
Di luar negeri designnya dikelompokkan beberapa macam. Namun untuk indonesia maka saya akan bagi menjadi dua saja yaitu : Rectangular(kita mengenalnya sebagai type Tikar), dan Mummy.

  • Rectangular : Berbentuk persegi panjang dengan resleting/zipper pada satu sisi kiri/kanan terus ke bawah. Apabila resleting dibuka penuh maka sleeping ini akan bisa berfungsi sebagai selimut atau alas tidur(karena itu sering disebut model tikar). Model ini lebih besar, sehingga tidur akan lebih nyaman karena lebih leluasa bergerak. Namun model ini akan lebih besar ketika digulung.
  • Mummy : sesuai namanya, sleeping bag dengan design mummy berbentuk seperti mummy, bentuknya lebih sempit dari rectangular. Model ini kurang disukai bagi orang yang beratifitas camping karena sempit dan kaki tidak leluasa, namun disukai oleh backpacker/hiker karena lebih kecil ketika digulung. Dan efek insulasi panasnya yang lebih maksimal.

Temperatur Rating
Sleeping bag branded menyajikan data temperatur rating. Karena ini camping ceria di Indonesia, kurang tepat rasanya saya membahas temperatur rating yang sangat rendah sampai dibawah nol drajat celcius. Pada temperatur rating ada istilah : Comfort, lower limit, dan Extreme. COMFORT(ada logo gender wanita) adalah suhu luar yang dapat dihandle oleh sleeping bag dimana seorang wanita didalamnya akan merasa nyaman tidurnya, jadi kalau comfort nya 10 drajat celcius maka seorang wanita akan nyaman tidur dalam sleeping bag ini dimana suhu sekitarnya 10 drajat celcius. LOWER LIMIT(ada logo gender pria), sama dengan Comfort, namun ini untuk pria. Contoh Lower Limit 0(nol) drajat celcius, maka seorang pria akan tidur dengan nyaman dengan suhu luar nol drajat. EXTREME, menandakan bahwa ini adalah batas suhu terendah untuk survival, artinya tidak nyaman tapi hanya untuk bertahan hidup di suhu luar dan ini standar untuk wanita.


Bagaimana memilih sleeping bag sekedar untuk camping ceria :
Jawabnya adalah : tidak perlu goose-down, cukup bahan pengisinya sintetis, bahan luarnya nylon/polyester ripstop, bahan dalamnya polyester yang dapat menyerap keringat. Spesifikasi ini dapat dibeli di pembuat sleeping bag lokal, bahkan dipenjual-penjual alat-alat outdoor online. Triknya adalah : beli pada penjual yang “anak gunung”, karena dia tahu apa yang dibutuhkan di Indonesia.
Lalu supaya keren, bolehkan beli branded dengan rating termeratur rendah hanya buat camping di Indonesia saja ?, jawabnya silahkan saja, apabila terasa gerah kendurkan/buka sedikit saja zippernya agar tidak gerah.
Bahan linning lokal kadang tidak menyerap keringat, maka triknya adalah waktu tidur gunakan baju yang dapat menyerap dan menguapkan keringat. yang penting menurut pengalaman saya, jangan yang dalamnya polar.

jas hujan gunung

Jas hujan adalah adalah salah satu perlengkapan yang mesti dimiliki oleh mereka yang sering melakukan kegiatan di luar rumah, terutama para pengendara sepeda motor. Saat musim hujan tiba keberadaan jas hujan sangatlah penting sekali karena dengan jas dapat dipakai untuk menahan terpaan air hujan agar pakaian atau barang bawaan kita tidak basah. Namun perlu diketahui bahwa tidak semua jenis jas hujan dapat diandalkan, oleh karena itu kita harus pandai-pandai pintar dalam memilih jas hujan. Berikut ini Saya rangkum beberapa tips memilih jas hujan berdasarkan pengalaman selama memiliki jas hujan.

Nah bagi anda yang sedang mencari grosir jas hujan ataupun eceran, berikut ini adalah tips dan trik agar anda tidak salah membeli grosir jas hujan ataupun ecer yang akan anda beli.

  1. Perhatikan jenis bahan jas hujan. Lihat bahan jas hujan yang ditawarkan. Jas hujan tidak sama seperti baju atau pakaian. Jas hujan bukanlah sebuah perlatan modis, oleh karena itu sebaiknya anda tidak menjadikan faktor estetika / keindahan faktor utama dalam memilih membeli grosir jas hujan ataupun ecer. Saran dari kami ialah LIHAT bahan jas hujan terlebih dahulu.

Pada umumnya bahan jas hujan yang beredar dipasaran adalah plastik, PVC, parasut, nylon campuran, semi karet, dan full karet. Tentunya ada bahan-bahan lainnya, namun yang kami bahas disini adalah bahan-bahan yang umum digunakan. Berikut ini akan kami bahas satu persatu mengenai bahan-bahan tersebut.


  • Plastik : Bahan jas hujan plastik biasanya digunakan pada jas hujan paling murah. Jas hujan ini biasanya digunakan saat darurat. Seperti saat ketika anda berkendara dan tiba-tiba turun hujan. Kelebihan bahan ini adalah tentu saja murah. Namun, bahan jas hujan seperti ini cepat rusak. Biasanya hanya sekitar 1-5 kali pemakaian. Bahan jas hujan seperti ini biasanya dijumpai pada merek jas hujan lokal Tebu, Bambu, dan lainnya.

  • PVC : Bahan jas hujan pvc biasanya bersifat ringan dan tidak terlalu tebal. Biasanya bahan ini dijumpai pada jas hujan kelas bawah sampai menengah. Kelebihan lain bahan ini yaitu tidak terlalu membuat panas si pemakai jas hujan. Bagi anda yang memiliki budget terbatas ataupun ruang bagasi motor yang tidak terlalu besar, bahan ini sangat disarankan. Kekurangan bahan ini adalah sedikit mudah sobek jika tersangkut sesuatu. Bahan jas hujan seperti ini biasanya dapat dijumpai pada jas hujan lokal dengan merek Tiger, Indoplast, Gajah, dan lainnya.

  • Semi karet : Bahan jas hujan ini biasanya bersifat lentur / lemas. Namun tidak terlalu tebal. Ketahanan bahan jas hujan seperti ini biasanya sedikit di atas bahan PVC (tergantung dari ketebalan bahan dan kelenturan bahan jas hujan). Untuk jas hujan dengan bahan seperti ini biasanya harganya sama atau di atas bahan PVC. Kelebihan lain bahan jas hujan semi karet adalah enteng seperti PVC. Untuk kekurangannya, bahan jas hujan semi karet biasanya lebih panas daripada PVC ketika digunakan. Selain itu, jika sudah lama digunakan dan terkena matahari maka bahan karet menjadi sedikit kering atau berkurang kelenturannya bahkan menempel sehingga menjadi mudah sobek. Seperti bahan PVC, jas hujan seperti ini sangat cocok dengan anda yang memiliki budget terbatas ataupun ruang bagasi motor yang tidak terlalu besar. Bahan jas hujan seperti ini biasanya dapat dijumpai pada jas hujan lokal dengan merek Tiger, Indoplast, Dolphin, Gajah, dan lainnya.

  • Parasut : Bahan jas hujan ini biasanya bersifat enteng dan halus. Selain itu, pada umumnya bahan jas hujan parasut lebih anti air daripada bahan PVC. Untuk harga dan ketahanan, tentu saja bahan ini di atas bahan PVC ataupun semi karet. Selain itu jas hujan bahan ini lebih tebal daripada bahan PVC ataupun semi karet sehingga kurang cocok untuk bagasi motor yang kecil. Bahan jas hujan seperti ini biasanya dapat dijumpai pada jas hujan import maupun lokal dengan merek Ultra, Tiger, Dolphin, dan lainnya.

  • Full karet : Bahan jas hujan ini boleh dibilang bahan jas hujan dengan tingkat ketahanan hujan yang paling tinggi. Biasanya bahan jas hujan full karet sangatlah tebal. Selain tingkat ketahanannya yang tinggi terhadap hujan atau air, Jas hujan ini juga tidak mudah robek. Kekurangan jas hujan dengan bahan ini adalah sangat PANAS dan BERAT ketika digunakan karena minimnya udara yang masuk. Selain itu, bahan jas hujan ini biasanya tebal sehingga butuh ruang bagasi yang besar. Kekurangan lainnya adalah bahan jas hujan ini biasanya sangat menempel jika masih baru atau terkena panas sehingga harus hati-hati ketika dibuka. Bahan jas hujan ini sangat cocok dengan anda yang memiliki budget lebih dan mengutamakan ketahanan terhadap hujan serta memiliki bagasi motor yang leluasa. Bahan jas hujan seperti ini biasanya dijumpai pada jas hujan import dengan merek seperti Rosida 883, ASV karet, dan lainnya.

  • Nylon campuran : Bahan jas hujan ini dapat dikatakan sebagai bahan jas hujan paling ideal untuk saat ini di Indonesia. Bahan jas hujan nylon campuran biasanya sangat tebal, lentur, dan halus. Selain itu, tingkat ketahanan bahan ini terhadap hujan sangatlah tinggi. Jas hujan dengan bahan seperti ini biasanya dilengkapi dengan lapisan di dalamnya sehingga membuat pemakainya tidak terlalu panas. Berat jas hujan dengan bahan ini juga bisa dibilang tidak terlalu berat sehingga sangat ideal untuk masuk di bagasi motor. Kekurangan jas hujan dengan bahan seperti ini adalah karena menggunakan jahitan campur press. Oleh karena itu terkadang ketika digunakan saat hujan dalam jangka waktu yang sangat lama, maka air akan tembus sedikit seperti terasa lembab dibagian jahitan. Sebagai tambahan, beberapa merek jas hujan dengan bahan seperti ini dapat disetrika. Bahan jas hujan seperti ini biasanya dijumpai pada jas hujan kelas atas seperti : Rosida R882, Takachi, Axio, dan lainnya.

2.Perhatikan ketebalan dan kehalusan bahan.

Yang pertama harus diperhatikan sebelum membeli grosir jas hujan ataupun eceran bukanlah ketebalan bahan, melainkan KEHALUSAN bahan. Bahan yang tebal namun tidak halus dapat cepat rusak karena ketika pengguna bergerak, jas hujan dapat sobek karena kain jas hujan akan tertahan ketika pengguna bergerak. Khususnya, di bagian selangkangan. Oleh karena itu, perhatikan kehalusan bahan terlebih dahulu kemudian baru perhatikan ketebalannya.

3.Pilih jenis jas hujan yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
Jas hujan sendiri terdiri dari berbagai jenis. Ada jas hujan dengan tipe setelan (baju dan celana), poncho (kalong), raincoat (terusan), poncho 2 kepala, ataupun poncho celana. Berikut ini akan kami jelaskan perbedaan tiap jenisnya.


  • Setelan (baju dan celana) : Jenis jas hujan ini sangat cocok dengan segala jenis pengendara. Jenis jas hujan ini juga menyediakan perlindungan menyeluruh dari atas sampai bawah bagi pengendara motor. Jenis jas hujan ini juga merupakan jenis jas hujan terlaris di Indonesia.
  • Poncho (kalong) : Jenis jas hujan ini sangat cocok dengan pengendara motor yang berprofesi sebagai ojek ataupun bagi orang yang ingin membocengi anak, teman, atau pasangannya. Jenis jas hujan ini biasanya lebar dan besar karena itu dapat untuk menutupi orang yang dibonceng. Poncho juga biasanya lebih ekonomis dan tersedia dalam berbagai jenis seperti poncho tangan (poncho dengan tangan). Kekurangan poncho adalah kurangnya perlindungan terhadap kaki pengguna ataupun tangan.
  • Raincoat (terusan) : Jenis jas hujan ini sangat cocok untuk pejalan kaki. Biasanya jas hujan seperti ini sangat cocok dengan pekerja lapangan seperti satpam. Kekurangan jas hujan terusan juga adalah kurangnya perlindungan terhadap kaki pengguna.
  • Poncho 2 kepala : Poncho 2 kepala merupakan pengembangan dari poncho. Poncho 2 kepala dikhususkan untuk pengguna berboncengan. Kekurangan jas hujan jenis ini adalah jika tidak berboncengan, air dapat masuk melalui lobang yang didesain khusus untuk orang yang dibonceng.
  • Poncho celana : Jenis penyempurnaan dari jas hujan poncho lainnya. Seperti namanya, poncho celana adalah jas hujan jenis poncho yang dilengkapi celana sehingga kaki pengguna tidak basah dan sekaligus dapat melindungi pembonceng.

4.Pilih ukuran yang sedikit lebih besar dari tubuh anda

Pilihlah ukuran jas hujan atau jenis jas hujan yang lebih besar sedikit dari tubuh anda. Hal ini bertujuan agar jas hujan tidak mudah sobek ketika anda bergerak dan anda dapat memasukkan tas backpack (jika ada) ke dalam jas hujan yang anda kenakan sehingga barang bawaan seperti tas backpack anda tidak basah terkena hujan. Biasanya jas hujan yang memiliki pilihan ukuran terdapat pada jenis jas hujan menengah ke atas seperti merek Rosida, Takachi, Tiger, dan lainnya.

5.Pilih model dan warna yang sesuai dengan selera anda

Terakhir, pilihlah model dan warna yang sesuai dengan selera anda. Pastikan model yang anda pilih sesuai dengan selera anda karena tentunya anda berharap untuk memakai jas hujan yang anda beli untuk jangka waktu yang lama. Selain itu, anda akan terlihat lebih stylish mengendarai motor dengan jas hujan pilihan favorit anda.