Minggu, 22 Mei 2016

Sarung Tangan

Sarung tangan
Sarung tangan adalah sejenis pakaian yang menutupi tangan, baik secara sebagian ataupun secara keseluruhan. Fungsi sarung tangan ialah untuk melindungi sang pemakai dari pengaruh lingkungan sekitarnya atau melindungi lingkungan sekitar dari tangan sang pemakai. Ada beberapa jenis sarung tangan yaitu termis, mekanis, kimia dan pelindung infeksi. Selain itu sarung tangan juga dipakai sebagai hiasan atau untuk alasan mode. Sarung tangan biasa berjumlah sepasang.

Sarung tangan ( glove ) merupakan salah satu kebutuhan di dalam bidang kerja. Alat ini berguna untuk melindungi tangan dari benda-benda tajam dan mencegah cidera saat sedang kerja, ketika memilih glove ada beberapa faktor yang harus di pertimbangkan antara lain bahaya terpapar, benda yang dihadapi / dikerjakan apakah bahan korosif, panas, dingin, tajam atau kasar karena alat pelindung tangan berbeda-beda dapat terbuat dari karet, kulit maupun kain katun.

Manfaat / Fungsi :
Berguna sebagai alat pelindung tangan ketika bekerja di tempat atau kondisi yang bisa mengakibatkan cedera tangan. Bahan dan bentuk sarung tangan di sesuaikan dengan fungsi masing-masing pekerjaan.

Macam-macam Model / Jenis Sarung Tangan :

  • Leather Gloves, Fungsinya untuk perlindungan tangan dari permukaan kasar.
  • Vinyl dan Neoprene Gloves,  Fungsinya untuk melindungi tangan dari bahan-bahan kimia yang beracun dan berbahaya.
  • Rubber Gloves, Berfungsi untuk melindungi tangan saat bekerja / berhadapan dengan listrik.
  • Padded Cloth Gloves, Berfungsi untuk melindungi tangan dari segi yang tajam, bergelombang atau kotor.
  • Heat Resistant Goves, Berfungsi untuk melindungi tangan dari panas maupun api.
  • Latex Disposable Gloves, Berfungsi untuk melindungi tangan dari serangan bakteri dan kuman.
  • Metal Mesh Gloves, Berfungsi untuk melindungi tangan dari benda-benda tajam juga mencegah tangan terpotong akibat benda tajam.

Bahan Sarung tangan :

  • Polyvinyl klorida dan plasticizer (plastik PBC). Karet alam yang berasal dari pohon karet.
  • Dari bahan sintesis.
  • Dari bahan tekstil.

Cara memilih Sarung tangan yang benar dan baik :

  • Pilih glove dari bahan yang berkualitas tinggi.
  • Pilih ukuran glove yang pas dengan ukuran tangan Anda.
  • Periksa kerapian jahitan, karena akan melindungi tangan pemakai dari cedera atau lecet akibat gesekan.
  • Pilih sarung tangan yang sesuai dengan kegunaannya seperti sarung tangan untuk kerja atau berkendara, baik jenis bahan dan bentuknya.
  • Perhatikan bantalan pada permukaan telapak tangan pastikan cukup aman dan kuat.
  • Pastikan juga glove yang anda pilih nyaman untuk dikenakan. lalu coba gerakan seluruh jari-jari anda dan pastikan tangan anda tidak sakit karena terjepit oleh jahitan pada sambungan
  • Lebih baik memilih glove penuh sampai menutupi pergelangan tangan agar tangan dapat terlindung dengan maksimal.

Kelebihan dan Kekurangan Sarung Tangan :
Kelebihan :
Glove yang dibuat dari bahan sintesis memiliki daya tahan yang lebih lama dari jenis sarung tangan yang lain. Glove Sintetis memberi perlindungan lebih baik terhadap bahan kimia dan biohazard. Glove sintesis ini juga lebih tahan terhadap objek tajam dan sulit sobek.

Kekurangan :
Kekurangan pada Glove sintesis yakni tidak biodegradable.
Biodegradable yaitu sampah yang dapat diuraikan dengan sempurna oleh proses biologi baik aerob maupun anaerob.

Akibat jika tidak memakai sarung tangan saat bekerja :
Apabila tidak menggunakan Glove ketika mengangkat barang berbahaya yang tajam, kasar, licin, atau bergerigi dapat membahayakan. Ketika tidak memakai sarung tangan, dan tangan menggenggam suatu barang yang tajam, tangan bisa saja terkena goresan benda itu lalu berdarah. Bila benda itu licin, kemungkinan benda itu terjatuh dan akan menimpa kaki.
Tips Merawat Sarung Tangan :

  • Taruh Sarung Tangan pada tempatnya seusai dipakai.
  • Bersihkan Sarung Tangan secara teratur.
  • Cek Sarung Tangan anda sebelum dikenakan untuk memastikan keamanan Sarung Tangan dengan ada tidaknya kecacatan pada sarung tangan

Namun, disini kita akan lebih fokus membahas sarung tangan gunung yang sering digunakan dalam pendakian gunung. Sarung tangan gunung merupakan benda yang wajib dibawa saat pendakian gunung. Sarung tangan sangat wajib dibawa. Ada banyak pilihan untuk sarung tangan. Bagian paling sensitif pada tubuh kita adalah telapak tangan dan telapak kaki. Sehingga jika pada suhu dingin namun telapak tangan kita terjaga suhunya maka tubuh juga akan menyesuaikan. Tips: bawalah dua sarung tangan. Satu yang biasa dipakai saat mendaki. Yang kedua yang tebal dipakai saat tidur.

Umumnya, pendaki Indonesia terbiasa dengan cuaca panas, karena baju katun yang sangat umum kita temui bisa berfungsi sebagai "cooler", dengan menyerap keringat. Sebaliknya, sebagian pendaki kurang persiapan dalam menghadapi cuaca dingin, sehingga tidak jarang terjadi kasus hipotermia yang berujung kematian. Wajarlah kalau dikatakan bahwa teknik berpakaian dalam mendaki gunung sangatlah penting.

Sebelumnya mari kita kenali beberapa faktor yang dapat menyebabkan tubuh menjadi basah, kedinginan, atau bahkan hipotermia. Di bawah ini adalah beberapa faktor, diurutkan berdasarkan frekuensi kita dalam menghadapinya.
Keringat. Ketika kita beraktivitas aerobik seperti hiking, sudah dapat dipastikan kita akan berkeringat. Keringat yang terserap dan menempel pada baju, ia dapat menarik panas dari tubuh.

Bahan baju yang berpotensi tinggi menyerap dan menahan keringat adalah katun (cotton). Katun cocok untuk cuaca panas, karena keringat yang diserap katun berfungsi sebagai "pendingin" tubuh. Sebaliknya, di cuaca dingin hal ini berbahaya karena bisa menyebabkan panas tubuh hilang. Oleh karena itu hindari pemakaian katun untuk hiking pada lokasi dengan temperatur di bawah 20 derajat Celcius. Pada temperatur tersebut, gunakan baju dengan bahan yang cepat membuang keringat ke udara seperti polyester atau yang tetap hangat meski basah seperti wol.
Angin. Dibandingkan dengan hujan yang turun, angin jauh lebih sering bertiup. Oleh karena itu, wajib hukumnya melindungi tubuh kita dari angin. Mengapa? Angin kencang di gunung dapat menyebabkan wind chill, yakni efek yang menyebabkan tubuh kita merasakan temperatur yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan temperatur udara yang sebenarnya. Hal tersebut dapat menurunkan suhu tubuh kita dan membuat kita menggigil kedinginan. Oleh karena itu penting untuk mengenakan pakaian yang dapat menahan angin.

Hujan. Apabila baju kita kehujanan, efeknya akan sama dengan keringat, yakni menarik panas dari tubuh. Oleh karena itu, kita harus melindungi tubuh kita dari hujan. Perlu diperhatikan bahwa perlindungan dari hujan tidak selalu harus menggunakan pakaian waterproof.
Salju. Salju yang mencair pada baju kita efeknya akan sama dengan keringat pula. Namun di Indonesia tidak turun salju, kecuali di Cartenz.
Kembali kepada bahasan sarung tangan, maka dari itu sarung tangan merupakan benda wajib. Guna melindungi tangan kita dari hal-hal yang bisa menciderai tangan kita. Karena keselamatan perjalanan harus kita jaga semaksimal mungkin. Selamat mendaki, salam sahabat dari kami. Semoga bermanfaat bagi kita semua

Tas Gunung

Tas Gunung
Kebanyakan yang digunakan oleh banyak orang adalah tas carrier. Tas carrier merupakan tas yang dapat menampung barang dalam jumlah banyak atau dalam berkapasitas besar. Tas ini biasanya dipakai oleh para penjelajah, petulang, dan para traveller lainnya. Tas Carrier didesign secara khusus untuk membawa barang bawaan yang bervolume berat, namun membuat para pemakainya merasa nyaman pada bagian pundak dan punggung meski membawa barang yang cukup berat. Biasanya terdapat busa yang tebal pada bagian pundak dan punggung tas carrier. Tas Carrier memiliki banyak kantong pada bagian luarnya dan ada juga tali khusus untuk menempelkan matras pada tas tersebut.

Terdapat berbagai macam ukuran tas carrier, dan biasanya ditentukan dengan ukuran liter yang dapat dimuat dalam tas itu sendiri. Mulai dari ukuran 40 liter, 60 liter, hingga ukuran 100 liter. Pada umumnya para pendaki menempatkan matras pada bagian dalam, tidak menempatkan pada bagian luar tas sehingga dapat membentuk tas lebih rapi dan nyaman.

Tas Daypack
Tas Daypack sebenarnya sama fungsinya dengan tas carrier, hanya saja ukurannya jauh lebih kecil, ukuran tas ini sekitar 15 hingga 35 liter. Tas ini biasa digunakan pendaki untuk perjalanan yang santai dan tidak membawa perlengkapan yang terlalu banyak. Tas ini juga memiliki jahitan yang khusus agar kuat dan tidak cepat jebol. Perbedaan yang terlihat dari Carrier dan daypack adalah dari segi ukurannya. Dimana ukuran tas carrier lebih besar dibanding dengan tas daypack.

Tas gunung apa yang paling bagus buat mendaki? Jawaban kebanyakan dari orang adalah tas yang sudah terkenal dari buatan luar negeri. Padahal pada tidak sepenuhnya benar dan tidak sepenuhnya salah. Ada beberapa alasan yang harus kita ketahui untuk menikmati tas gunung ini.

Faktor Keamanan
Keamanan untuk pendakian adalah suatu hal yang paling penting, sebuah tas harus didesain sedemikian rupa agar dapat menampung kebutuhan selama perjalanan, selama waktu tempuh yang ditentukan dan kuat dalam bahan. Berikut adalah bagian tas yang penting dan menjadi pemilihan dalam menentukan tas pilihan.

1.Tali Pengatur Atas

Kecendrungan alami sebuah ransel yang berisi adalah akan menggelantung ke belakang, sehingga anda akan selalu melawan kecenderungan itu dengan membungkukkan badan anda ke depan. Untuk membuat nyaman sebuah ransel, maka harus mempunyai ikatan pengatur tambahan di antara badan ransel dan puncak bantalan bahu yang berfungsi untuk mendekatkan ransel itu dengan punggung pembawa sehingga ransel akan tetap tegak di punggung pembawa. Penggunaan pengatur atas ini juga bermanfaat untuk membantu menyebarkan titik beban antara puncak bahu dan tulang leher.

2.Tali Bahu/ Sabuk Bahu
Bantalan bahu harus empuk dan terdapat webbing pengatur yang dihubungkan dengan bagian atas ransel. Bagian bahu tersebut juga idealnya berbentuk kurva melengkung agar kenyamanan dan posisi jatuh di bahu juga nyaman, terutama untuk perempuan. bahan bantalan bahu juga harus lembut di kulit maupun pakaian anda.

3.Tali Dada
Tali dada selain berfungsi untuk menahan bantalan bahu agar tetap di tempatnya, dan juga membantu sebagai penyeimbang ransel.

4.Tali Pinggang
Tali pinggang merupakan komponen penting yang akan menentukan tingkat kenyamanan anda saat menggendong ransel, karena sebagian besar berat ransel tersebut akan ditopang oleh tali pinggang yang jatuh tepat pada posisi tonjolan tulang pinggang. Pilih ransel yang mempunyai tali pinggang dengan bantalan empuk dan tidak gampang turun dari pinggang, karena pingganglah yang akan menahan beban lebih banyak dibanding bahu.

5.Kantong Atas
Kantong atas merupakan tempat terbaik untuk menyimpan beberapa perlengkapan yang paling sering digunakan, seperti kaos tangan, makanan kecil, topi dan lain-lain.

6.Rangka Dalam
Tidak seperti rangka luar, rangka dalam sebuah ransel mempunyai fungsi yang lebih baik karena lebih ramping dan makin mendekatkan ransel tersebut dengan punggung pemakai sehingga memperbaiki kestabilan dan kenyamanan. Pada umumnya rangka dalam ini dibuat dengan aluminium ataupun lembaran plastik yang ringan.

7.Bantalan Punggung
Bantalan punggung adalah titik utama sentuhan antara ransel dan punggung anda, oleh karenanya harus nyaman dan mudah untuk diatur. Pilih yang mempunyai bantalan di lumbar dan scapula. Bantalan punggung ini juga harus mempunyai rongga udara di bagian punggung. Bahan bantalan punggung ini juga harus cepat kering dan memberi ruang untuk sirkulasi udara.

8.Pengatur Panjang Punggung
Pada umumnya hampir semua ransel dapat diatur panjang punggung ransel sesuai dengan panjang punggung pemakai, dengan cara menaikurunkan pengatur yang terbuat dari aluminium, plastik atau webbing.

Faktor Kenyamanan
Selain faktor keamanan adalah faktor kenyamanan. Faktor kenyamanan penting dalam pertimbangan pemilihan karena selain aman, tas tersebut harus nyaman dipakai. Nyaman dalam hal tas adalah dari bentuk, bahan, fit dengan tubuh pemakai.
1.Bentuk
Dalam segi bentuk, berbentuk tabung tinggi ke atas, tidak besar ke samping maupun ke belakang, karna ini adalah masalah titik berat yang mengakibatkan keseimbangan tubuh saat mendaki.

2.Bahan
Bahan disini yang paling penting adalah bantalannya. Terdapat 3 bantalan utama, yaitu bantalan punggung, bantalan pundak, dan bantalan pinggul serta sabuk pinggang. Carilah bahan yang mudah menyerap keringat, seperti spon akan tetapi lebih padat, dan lebar area kontak dengan tubuh. Ciri tas gunung yang baik adalah empuk tapi tidak kempes jika ditekan.

3.Fit dengan tubuh
Istilah zaman sekarang adalah ergonomis, yaitu bentuk benda yang menyesuaikan bentuk tubuh. Kita akan membahas tentang pemilihan tas berdasarkan ukuran panjang tubuh atau namanya adalah panjang torso. Panjang torso berguna menentukan posisi bantalan pundak terhadap bantalan pinggul, pada manusia diukur dari pertemuan ujung pundak tegak lurus dengan tulang leher sampai pertemuan tulang pinggang tegak lurus dengan tulang pinggul bagian belakang.

4.Breathable
Tas yang didesain untuk menekan panas dan memberikan efek pendingin terhadap tubuh kita. Tas ini biasanya memiliki ruang, tonjolan, atau lengkunagn pada bagian punggung kita. Shingga panas yang keluar tidak terhalang oleh tas. Untuk tas ini biasanya bertipe tas hiking dengan maksimal kapasitas 45 liter saja, karena diperuntukkan untuk kebutuhan hiking saja.

Tas yang bagus adalah memiliki sistem pengukuran panjang torso. Sebagian orang hanya memilih tas yang berkapasitas besar dan memiliki banyak temapat adalah yang terbail. Namun alangkah sia-sianya ketika membeli serasa tidak nyaman dipakai, walaupun tas tersebut di rekomendasi banyak pihak. Mungkin salah satu penyebabnya adalah kesalahan dalam pemilihan tas karena tidak terlebih dahulu mengukur panjang torso tulang belakang kita. Alangkah baiknya adalah mengukur panjang torso kita dan menanyakan kepada penjual tas apakah sesuai. Berikut contoh ukuran panjang torso

  • Tas ukuran XS : panjang torso 35-39
  • Tas ukuran S : panjang torso 40-44
  • Tas ukuran M : panjang torso 45-49
  • Tas ukuran L : panjang torso 50-54


Matras Gunung

Matras adalah produk manufaktur yang digunakan untuk alas tidur atau berbaring, yang terdiri dari bahan kain atau plastik, berisi kapuk, karet busa, dan ditutupi dengan kain luar atau kain kasur. Dalam bahasa Inggris, kasur disebut mattress yang berasal dari bahasa Arab, "matrah" yang berarti "melemparkan" atau "tempat di mana sesuatu dilemparkan". Selama Perang Salib, Eropa menerapkan metode Arab dalam tidur di bantal yang dilemparkan di lantai.

Sejarah Kasur atau Matras
Pada zaman Neolitikum, manusia tidur hanya beralaskan tanah. Kemudian berkembang untuk lebih berinovasi menggunakan alas dari dedaunan dan ranting pohon karena untuk menghindari kotoran, dan hama. Seiring waktu berjalan, kulit binatang digunakan sebagai alas dan dijahit sebagai isinya untuk digunakan sebagai bantal. Kemudian pada tahun 3600 SM tempat tidur yang terbuat dari goatskins diisi dengan air digunakan di Persia. Setelah itu memasuki tahun 3400 SM Mesir tidur di dahan kelapa menumpuk di sudut-sudut rumah mereka. Pada tahun 200 SM kasur di Roma Kuno terdiri dari tas kain diisi dengan rumput, jerami, atau wol.

Memasuki abad ke-15, Selama zaman Renaissance kasur terbuat dari jerami dan bulu yang dimasukkan ke kutu kasar, dan ditutup dengan beludru, brokat, atau sutera. Selanjutnya pada abad 16 dan 17 Kasur yang diisi dengan jerami atau ke bawah dan ditempatkan di atas tempat tidur yang terdiri dari rangka kayu dengan latticeworks dukungan dari tali atau kulit. Kemudian lebih berkembang lagi pada awal abad ke-18 kasur yang diisi dengan kapas atau wol. Seorang bernama Heinrich Westphal yang berkebangsaan Jerman, menemukan inner spring matress, kasur dengan konstruksi per di bagian dalam. Namun penemuannya yang cemerlang itu mulai popularitas setelah 60 tahun kemudian.

Pada 1926 Dunlop memperkenalkan teknologi yang vulkanisir karet getah ke busa lateks yang menjadi banyak digunakan sebagai bantal dan kasur. Memasuki tahun 1930 kasur Innerspring dan yayasan berlapis menjadi banyak digunakan, dan pengisi buatan menjadi umum. Kemudian berkembanglah pada tahun 1940 menjadi air kasur yang terbuat dari karet vulkanisat dilapisi kain. Uniknya, kasur ini mampu menyesuaikan diri dengan bentuk tubuh manusia yang beristirahat di atasnya dan membuat tidur jauh lebih nyaman. Tahun 1960 the modern kasur air diperkenalkan dan keuntungan penggunaan pertama secara luas.Pada tahun 1970 NASA menciptakan materi yang kemudian menjadi dikenal sebagai busa memori.Tahun 1980-an, munculah kasur udara (air mattresse) yang menggunakan satu kantung udara sebagai struktur pendukungnya.1992 Tempur-Pedic memperkenalkan kasur terbuat dari busa memori. Tahun 1992 Fibrelux memperkenalkan sebuah kasur yang terbuat dari sabut karet.

Ketika awal-awal mengenal kegiatan pendakian, matras yang selalu setia menemani perjalanan sebagian orang di gunung adalah matras karet TNI yang dibeli seharga Rp. 40.000. Namun seiring dengan bertambahnya jam terbang, kini sebagian orang tersebut beralih memakai matras alumunium foil.

Pertimbangan utama terletak pada faktor berat dan kepraktisan. Dibanding matras karet, matras alumunium foil lebih ringan, beratnya mungkin tidak lebih dari sebungkus mie instan. Kedua, ketika mencoba menggelarnya di dalam tenda, ternyata sebuah matras alumunium mampu mengalasi hampir seluruh permukaan tenda sehingga bisa dipakai 3 orang pendaki sekaligus. Cukup praktis, dan saya pun dapat membantu teman satu tim yang lupa membawa matras. Harganya cukup terjangkau, sekitar 60-80 ribu rupiah saja.

Ketika bangun di pagi hari saat berkemah dan menyadari bahwa Anda memiliki sakit punggung bukanlah suatu pengalaman yang menyenangkan. Anda akan beruntung jika dapat tidur khususnya jika Anda mencoba untuk tidur di tanah yang keras terutama jika Anda baru atau belum tidur atau sulit tidur untuk beberapa waktu. Anda dapat mencoba tidur di lantai di rumah sebelum perjalanan atau Anda dapat menggunakan matras berkemah.

Sebelum Anda membeli matras, Anda harus tahu ukuran yang Anda butuhkan, tergantung pada tinggi Anda. Membawa tikar besar berarti lebih repot dan membawa salah satu yang terlalu kecil juga tidak akan berguna. Anda juga perlu menentukan untuk apa gunanya, apakah berkemah atau backpacking atau ekspedisi.

Kenyamanan menjadi prioritas ketika berat beban tidak bermasalah. Namun Backpacker perlu keseimbangan antara berat dan kenyamanan ketika memilih alas berkemah. Akan lebih berharga membawa beban tambahan setiap hari, untuk tidur yang baik di malam hari. Paling tidak Anda akan merasa lebih segar di pagi hari.

Sebuah matras juga membuat Anda hangat di malam hari dengan menyediakan insulasi terhadap tanah yang dingin dan menjaga kantong tidur Anda dari kotoran. Beberapa matras juga dapat digunakan sebagai bingkai untuk ransel Anda.

Jenis matras berkemah

  • Bantalan busa (Foam Pads) adalah pilihan yang paling ringan dan termurah.  Beratnya tidak lebih dari setengah kilo. Bantalan ini memiliki kehangatan terbesar dan meskipun tidak memiliki kasur tiup. Untuk mendapat kenyamanan anda dapat menggunakan daun, rumput, dll atau menggunakan tanah lunak untuk menghemat berat tanpa mengorbankan kenyamanan. Keuntungan lain busa adalah bahwa tidak perlu khawatir tentang kebocoran alas. Ini adalah pilihan termurah untuk matras berkemah
  • Kasur tiup (Inflatable Mattress) dengan menggembungkan atau perlu dipompa. Jenis kasur ini jauh lebih nyaman daripada bantalan busa bahkan yang paling ringan. Kasur tiup beratnya tidak lebih dari setengah kilo. Kerugian terbesar dari matras jenis ini adalah bahwa ada risiko bocor sehingga penting untuk menjaga dengan hati-hati.

Menggunakan sebuah alas tidur adalah untuk menjaga kelembaban tanah, kantong tidur Anda dan matras. Untuk melindungi kantong tidur dan kasur tiup dari benda-benda yang tajam, alas tidur tersebut akan sangat dibutuhkan. Beberapa backpacker menggunakan ponco sebagai alas tidur.

Manfaat Memiliki Matras
Berkemah bagi sebagian orang membuat kondisi tidur yang tidak nyaman. Tidur di kantong tidur bisa menjadi hal yang mengerikan, menyebabkan sakit punggung, nyeri leher, tulang menjadi ngilu. Pilihan kedua lebih buruk yaitu Anda harus menyeret tempat tidur ke perkemahan, dibutuhkan banyak ruang, dan itu pekerjaan yang benar-benar berat. Pilihan ketiga adalah Anda membawa alas tidur (matras).

Ada beberapa jenis matras berkemah, tetapi tidak semua memberikan penyelesaian dalam tidur. Ada matras biasa, dengan bantalan udara tetapi cukup nyaman ketika kemping.
Tipe kedua adalah berkemah dengan kasur tiup, yang entah bagaimana lebih mudah untuk mengembang. Hal ini nyaman, dan tidak dibutuhkan ruang yang besar. Anda dapat meringkuk di belakang mobil Anda, dan Anda tidak akan pernah menyadarinya.

Kasur tiup tergolong mahal. Anda dapat menemukan kasur jenis ini baik di toko atau di Internet. Sebaiknya Anda membeli kasur tiup dengan pompa terpisah, karena ini akan memudahkan dalam membawanya. Hal ini sangat mudah dibutuhkan sekitar satu menit untuk menyiapkan, dan sekitar kurang dari satu menit untuk menghilangkan udara.

Dengan memiliki matras, akan menghindarkan kontak langsung badan Anda dengan lingkungan tempat Anda berkemah. Apapun jenis alas tidur yang Anda pilih, pastikan itu tepat untuk kebutuhan anda, dan cocok di tenda Anda tentu saja, sehingga akan membuat istirahat Anda selama perjalanan akan menjadi lebih baik.